Merry Christmas!

Rada telat sih ngucapinnya. Tapi tak apalah ya..

Baru bisa pegang Glanz dengan aman ya hanya di kostan. Sejak tanggal 24-28 Desember, aku tinggal dan menginap di Bekasi.

Mau review apa aja yang kulakukan. Memang ga penting, tapi suatu hari pasti ada rasa ingin bernostalgila mengingat masa lalu :p

Tanggal 24 Desember, aku bekerja setengah hari. Well, tanggal 23 aku tidak masuk kerja karena rasa malas dan rasa sakit perut yang tiba-tiba menyerang.

Sedangkan di tanggal 24 aku menebeng ibu Harti yang hendak ke pabrik diantar pak Yaya. Ada Icha (anak pak yaya) juga ikut. Mau ga mau harus kasih salam tempel deh buat Icha. mhihii

Tentenganku sebenarnya sedikit, karena bawa Glanz di dalam tas, jadi berat. Aku naik 19 polos menuju jatimulya. Eniwei.. kadang aku merasa bahwa bekasi memang benar benar terletak di luar planet. Panasnya itu lho.. pake bingits!

Sesampainya di rumah, aku segera merapikan diri,  aku mau beribadah natal yang jam 4 sore. Aku sengaja mengambil jadwal jam 4 karena resiko tidak mendapatkan tempat duduknya kecil. Memang sih ibadah natal sore itu tidak seramai ibadah malamnya. Tapi ku pikir tidak ada makna yang terdegradasi hanya karena jadwal ibadah. Ceileh degradasi.. macam si viki aje

Next.. hari itu aku ke gereja bareng bapak, sedangkan mamak, abang dan ka nova ibadah malam. Sweet bangetlah… pulangnya hujan dan pake mogok segala -_-”

Akhirnya aku dan bapak mendorong motor sampai  tukang isi bensin terdekat. And you know what?? itu motor bapak nyalain ga pake kunci motor semestinya.. Tapi pake gunting. And the stupid thing adalah guntingnya ga bisa buka tangki bensin. Akhirnya adalah…… Kami naik angkot, motor di tinggalkan.  Parahnya lagi, aku bawa uang pas pasan ke gereja dan udah habis.bapak juga ga bawa uang. Dengan PD nya kita naik angkot yang notabene sopirnya ga kita kenal. dengan santainya Bapak bilang “sorry ya, lagi ga bawa uang nih. numpang dulu ya.”

Sueerr.. pengen banget sembunyikan muka ini!

Akhirnya kami ketawa-ketawa aja sesampainya dirumah. .

Malamnya baru deh ka nova, mamak dan bang osep berangkat gereja 😀

IMG-20141225-WA0004 (1) IMG-20141225-WA0007 IMG-20141225-WA0006

Sepulang bang osep gereja, aku dan abang mengiringi bapak bernyanyi. Aku pegang gitar, bapak bernyanyi, bang osep main bass. Aku dan bang Osep itu cekikikan dibelakang bapak. Bapak lebay nya ga banget! Doi rekam kami saat berkolaborasi. Kayanya bapak udah mabok deh. Aku juga minum bir. Tapi cuma segelas.

20141224_213357 20141224_220040 20141224_220129 20141224_220219 20141224_220317 20141224_220337

Tanggal 25 Desembernya.. keluarga dari bapak banyak yang berkunjung kerumahku. Ramai banget! Tapi seru.. aku bahagia sekali memiliki keluarga yang mau kumpul-kumpul seperti ini. Tidak sering, tapi sekalinya berkumpul rasanya ruarrrr biasa!

Sayangnya… aku ga foto-foto 😦

Nah, di tanggal 26 Desember.. Ada acara Natal keluarga Tobing. OmyGod! Dulu, natal keluarga Tobing itu sedikit. Sekarang? Banyak bingits! Keturunan bou Evan yang paling banyak. Kalau di hitung anak-anaknya saja udah ada 7 orang. Ditambah yang menikah sudah ada 4 orang. Belum lagi cucu nya. mhihiii

10292541_10202982013363907_2613884385494229750_n 10300700_10202982010683840_5509318717112966245_n 10393980_10202982007003748_2482052700712944253_n 10806310_10202982004683690_4731087275801034900_n 10882318_10202982005483710_6439890960198143111_n 10885083_10202982014083925_7686785409784828408_n 10885374_10202982015763967_3389411515274951004_n 10885383_10202982004163677_8201852849496666421_n 10891554_10202982017324006_3864267940347919803_n 10891693_10202982019884070_4485734763382237273_n

Di tanggal 27 Desembernyaa.. aku antar mamak dan bapak ke Bandara.. Yang mengantar adalah aku, abang Osep (sopirin), ka Nova, Bou Dhika dan pasukan (Dhika, Andin, Dito). Aku sengaja ga ganti baju. Abis sayang sih. Semalam cuma dipake buat ibadah Natal Keluarga aja. Hehe :p

Seperti biasa, kalau udah ketemu sama para kurcaci.. kami biasanya foto-foto narsis kaya gini 😀

IMG-20141227-WA0001 IMG-20141227-WA0002 IMG-20141227-WA0003

Yang lucunya.. tiba dibandara, dan pas mau melepaskan orang mamak dan bapak.. Si mamak malah menangis. Hahahaaa

Doi katanya sedih karena biasanya melihat kami pas tahun baru. Tapi malah ga kumpul di tahun ini. Saat mamak menangis, kami malah ketawa-ketawa. Si mamak mau liburan ke kampung malah nangis. Astagaaa >.<

Terus si bou Dhika juga ikutan nangis. Bou Dhika emang paling gampang banget nangis. Coba aja di ajak nonton sinetron yang sedih-sedih, pasti langsung nangis. Pernah loh, dia omelin anaknya, trus anaknya nangis, eh dia malah ikutan nangis. Ahahaaa

Sebelum benar-benar boarding. Kita foto-foto dulu di depan balon santa claus. Dan si bou paling ga pede dengan bajunya yang katanya kaya pembokat. mhihiii

1964791_10202985643974670_2824092339310948433_n

Sepulang dari mengantar mamak dan bapak ke bandara, bang Osep harus antarin aku dulu ke Rawamangun. Aku ada ujian malam itu, dan sama sekali belum belajar!!!

Pake mampir dulu ke bakmi Siantar, di traktir ka Nova. Kadang suka bingung sih, ka Nova banyak bingits lah duitnya. Ga habis-habis -_-

Puji Tuhan nya adalah, ketika aku sedang belajar di bawah tangga kampus, aku bertemu dengan Hendro, Laura, dan temanku yang boru Sihombing itu. Trus dengan baiknya Laura memberikan ku kertas berwarna biru yang di gunakannya pada saat ujian Akuntansi Manajemen lanjutan itu. Mhuehehehe ujiannya open notes! Dan notes yang dari Laura, dasyat bangets! SOalnya hampir mirip, dan aku hanya perlu mengubah angka-angkanya saja. Puji Tuhaaaannnn 🙂

Sepulang kuliah, aku kembali lagi ke Bekasi bersama ka Lastri, dan Syarifa. Kami cekakak cekikik ngobrol ke sana kemari hingga Ifa turun duluan di Pondok Gede. Aku mulai lelah ketika sampai di tol timur. Bekasi macet sekali, entah siang maupun malam. Sesampainya di rumah, ada begitu banyak motor. Ku pikir siapa. Dan ternyata sudah ada anak-anak naposo yang ku kenal, dan bang Osep sedang minum minum bir.

Serius! Aku emosi sekali. Ingin ku usir mereka semua! Tapi aku masih memandang bang osep sebagai abangku.  Dan doi tampaknya terlalu banyak minum, karena matanya sudah memerah.

Percuma saja bicara pada orang mabuk. Akhirnya aku hanya pelototi anak-anak Naposo itu sebagai tanda aku tidak suka kehadiran mereka dirumahku. Hari itu ku tutup dengan rasa BT luar biasa…

Nah.. di tanggal 28 Desember aku sudah janji dengan Jo mau ke nikahan saudaranya. Si Mas Andreas. Ah.. patah hatiku mas Andreas lebih memilih wanita itu. mhueheheee.. bercandaaa

Mas Andreas kece badai dengan kostum pernikahannya, begitu juga dengan sang pengantin wanita.

Awalnya pagi itu aku berniat ibadah dulu, namun akibat dari tidur yang tidak tenang karena takut bang osep berulah yang tidak-tidak karena mabuk(means keluar rumah trus ngamuk-ngamuk dijalan, so far ga pernah sih), aku jadi terbangun-bangun tengah malam. Akhirnya paginya aku kesiangan dan ga gereja. Segera aku merapikan diriku. Mandi dan mencari pakaian yang cocok ke gereja Santo Albertus di  Harapan Indah, tempat sakramen pernikahan Mas Andreas dan Mba Woro berlangsung.

dan sekali lagi i say omyGod.. Itu Romonya mirip tenan sama bang Daniel. Tapi bang Daniel cuma bilang, “itu perasaanmu saja” Yeah… maybe because i miss you so much kali ya bang -_-

Ini bukan pertama kalinya aku ibadah di Katolik, namun tetap saja karena sudah lama sekali aku jadi tidak paham liturgi mereka. Yaudah, aku jadi ikut ikutan saja. Kalau yang ada yang berdiri, ya aku ikut berdiri, kalau orang duduk ya aku ikut duduk, kalau ada respon jemaat ketika berkata “amin” atau “sertamu juga” aku ikuti saja. Walau tetap ga pede juga melakukannya. Oh ya, padus yang bertugas KEREN banget! Mereka terdiri dari 3 sopran, 2 alto, 1 tenor, dan 1 bass. Aishhh.. suara mereka konsisten banget!!! Suaranya menggema di seluruh ruang gereja. Akh.. pokoknya undefined lah..

Sedangkan Jojo tampil cantik sangat dengan kondean ala jawa gitu. Tadinya aku mau langsung pulang ke Bekasi seandainya bang Tama balas watsapku. Kami udah janjian mau jalan hari itu. Eh ga taunya ga dibalas-balas sampai aku sedang di perjalanan menuju kostan. Dia bilang ketiduran dan kenapa aku ga coba telfon. Haishh.. bang Tama ga bakal bangun dengan suara telpon. Aku tahu itu -_-

Ini dia fotoku bersama Yohana 🙂

IMG_20141228_125846 IMG_20141228_125917 IMG_20141228_125959 IMG_20141228_130108 IMG_20141228_130141 IMG_20141228_131823 IMG_20141228_131930

Itulah rangkuman ceritaku beberapa hari yang lalu. Happy Wedding buat mba Woro dan Mas Andreas. Kasih Tuhan lah yang menyertai kehidupan rumah tangga kalian 🙂

Selamat Hari Natal untuk kita semua!!!

Kasih Tuhan Yesus Kristus juga yang menyertai kehidupan kita sehari – hari 🙂

 

My mom is My hero

Ibuku adalah wanita yang cantik nan tangguh. Ia berambut pendek lurus dan memiliki kulit yang putih. Aku akan selalu bercerita kepada orang – orang disekitar ku, baik itu di kampus, di kantor, dan dimanapun aku berada bahwa ibuku adalah ibu yang cantik. Aku selalu bangga menceritakan kecerewatannya. Usia nya saat ini menuju 51 tahun di 5 September 2013 nanti. Aku hendak mengajaknya liburan ke Bali selama 4 hari 3 malam. Dan beliau luar biasa bahagia mendengar akan ke Bali September nanti.  Tapi bukan itu yang ingin aku ceritakan. hehe.. Berbicara mengenai kesuksesan, aku menilai ibu ku adalah ibu yang hebat! Ia mendidikku dengan keras sekaligus juga lembut. Ia mengajarkan kepadaku, betapa pun sulitnya dirimu, anak adalah yang terpenting. Waktu aku bersekolah di SDN 05 petang, tidak pernah sekalipun ibu mengantarkan ku ke sekolah. Bahkan dia tidak pernah mengenal teman-temanku.

Aku mengerti, pekerjaan nya sebagai SPG tentu membuatnya sibuk. Dari pagi hingga malam ia terus bekerja untuk memastikan pendidikan anak-anaknya tetap berjalan dengan baik. Hidup di tengah keluarga yang memiliki ekonomi rendah membuat ku tumbuh menjadi anak yang prihatin. Di tahun 1998, ketika aku pertama kali duduk dibangku sekolah dasar, ibu ku memberiku jajan sebesar 300rupiah. 200 untuk ongkos naik angkot dan sisanya untuk ku jajan. AKu masih ingat, aku dapat membeli permen sebanyak 6 bungkus dengan uang itu. Ibu ku selalu membekali ku dengan makanan, dan menyuruhku untuk membawa minum ke sekolah. Dulu aku selalu tidak sengaja meninggalkan tempat minumku di angkot yang menyulut kemarahan ibu. Tapi setelah membuat ku menangis, tak jarang ibu kembali memelukku. Ia memang ibu yang hebat.

Aku dan saudara saudara ku dilatih untuk menjadi anak-anak yang mandiri. Kami memiliki berbagai pekerjaan yang sudah disusun sedemikian rupa. Kami semua bisa memasak, bisa mengepel, mencuci piring, atau bahkan mencuci baju. Di hari Minggu pada saat ibu libur, ia membiarkan kami bangun siang dan bermalas malasan. Sebisa mungkin ia memenuhi kebutuhan kami dan mengerjakan semua pekerjaan yang biasa kami lakukan.

Sampai saat ini, bahkan aku dibiarkannya terbangun disiang hari ketika aku kembali pulang ke bekasi (aku menyewa kamar di daerah rawamangun agar dekat dengan kampus serta kantor dan pulang ke bekasi seminggu sekali ).

Aku ingat suatu kali aku menangis karena balonku pecah, ia dengan tenang menggendongku dan membuatku berhenti menangis. Aku memang haus kasih sayang ketika kakak ku sakit dan semua perhatian tertumpah untuk nya seorang. Aku merasa kehilangan sosok ibu dan bapak sekaligus ketika mereka terus menerus memperhatikan saudaraku yang sakit parah dan melupakan aku.

Suatu Sore,  pulang dari sekolah, aku duduk termenung dengan seragam pramuka yang masih melekat di tubuhku. Ibu menghampiriku dan berusaha menjelaskan keadaan kami. Ia mengusap mataku dan mengatakan semuanya akan baik baik saja mengingat saudara ku yang masih terbaring dirumah sakit.

Ibu sangat sedih ketika ada anaknya yang sakit. Dengan sabar ia menjagai kakakku, hingga akhirnya saudaraku itu kembali pulih dan bisa beraktivitas dengan bebas sampai sekarang. Ketika aku sakit demam, ibu ku menyuapiku dengan makanan yang enak-enak. Walaupun aku tahu, ia tidak punya uang, namun ia berusaha membeli makanan yang membuat nafsu makan anaknya bertambah agar cepat pulih kembali. Ia juga menempelkan wajahnya ke wajahku agar demamku pindah kepadanya, katanya.

Aku akui, ibu ku adalah ibu yang cerewet. Bahkan aku suka dibuatnya pusing ketika mendengar serentatan kata kata yang keluar dari mulutnya. Sekali lagi ibu ku adalah wanita yang hebat. Kau tahu??? Aku berfikir, bahwa mungkin ibuku akan menjadi seorang manager keuangan yang hebat atau chief of accounting apabila beliau bersekolah sampai jenjang perguruan tinggi.

Cara dia memanage keuangan begitu keren. Dia mencatat setiap detail pengeluaran yang telah dilakukan, tanpa ada satu pun yang terlewat. Kau bisa melihat betapa cantiknya dia ketika ia sedang berfikir. Ah! AKu benar benar menyayanginya 🙂

Saat ini ia bekerja dipasar Jatinegara sebagai beauty advisor. Di umurnya yang sudah setengah baya, beliau masih mau bekerja. Bahkan ketika pulang dari pasar, dia masih mau membantu bapak yang memiliki warung kopi dirumah. I do proud of my mom..

Aku hanya mampu berdoa, semoga Tuhan selalu menjaganya, memberinya kesehatan, memberikan hikmat, dan  satu hari nanti aku mampu membahagiakannya, membuatnya tersenyum dan bangga akan keberhasilanku 🙂

momma

From the left. Josep, Me, Mom, Nova, Nando

 

Menilik Aktivitas “Pengganggu” di Gereja

Ada beberapa aktivitas yang menurutku menjadi gangguan-gangguan kecil ketika kita beribadah di gereja. Salah satunya mungkin hal yang udah pernah kita lakukan tanpa sengaja. Check this out!!! 😀

  1.  Membiarkan anak berlari sana sini sambil berteriak teriak : Sebenernya sih sah sah saja jika seorang ibu membawa anaknya ke gereja. Cuma jadi ga sah (lho kaya mau merit. hehe ) kalau sang ibu membiarkan sang anak berlari kesana kemari sehingga mencuri perhatian dari jemaat. Bahkan yang lebih ekstrem suara sang anak bisa lebih terdengar menarik  dari pada suara Tuhan yang disampaikan Pendeta.  Misalnya, sang anak berteriak sambil bernyanyi rock, begitu. 😀
  2. Membiarkan anak makan di dalam gereja : Kejadian ini terjadi tepat dihari Minggu lalu pada saat aku sedang serius seriusnya mendengar Pak Pendeta berkhotbah dalam bahasa batak. Sudah aku tidak terlalu paham akan isi kothbah yang berbahasa batak itu, Semakin tidak paham karena tiba tiba aku menghirup aroma mie goreng di hidung mancung ku ini disaat aku belum sarapan pagi. (oke, dilarang komentar!). Rasanya pengen cepet cepet pulang dan makan sebanyak banyaknya. Betapa berdosanya diriku dan anak itu yg sudah membuatku berdosa. hehehe
  3. Memakan permen dan membuang bungkusnya sembarangan : Nah ini dia nih yang sering dilakukan beberapa temanku. Menurutku kebiasaan makan permen pada saat ibadah bukan lah kebiasaan yang baik, aku sendiri selalu berusaha menghindari kebiasaan ini walaupun kuakui sesekali tak bisa menolak permen yang diberikan oleh teman. Bayangin aja, Tuhan lagi ngomong ke kita, ngasih tau apa saja hal yang patut kita lakukan, eh kita malah mengunyah permen, apalagi permen karet. Kesannya kita bilang kaya gini ke Tuhan “Aduuhh, Tuhan ngomong apa sih??! Bisa dipercepat ga??!” ( maaf kalau ada yg merasa tersindir) :p
  4. Sudah datang terlambat, maunya duduk di depan : Hayoo ngaku siapa yang pernah seperti ini??? Jika memang ingin duduk didepan, lebih baik kita datang lebih awal, atau sebelum ibadah dimulai. Jika ibadah sudah dimulai jauh sebelum kita datang, lebih baik duduk dibangku paling belakang, walaupun deretan bangku depan masih bisa kita isi. Kenapa??? selain mungkin di cap ga tau diri oleh jemaat lain, kita tentu saja menyita sedikit perhatian dari jemaat yang sedang beribadah. Kalau telatnya masih 5 menit mungkin bisa dimaklumi, kalau telatnya 1 jam??? hehehe :p
  5. Adanya Pria yang Tampan atau Wanita yang Cantik :  Percaya ga kalau ada pria tampan atau wanita cantik bisa berpengaruh dan mengganggu kita dalam beribadah?? Kalau aku sih ga terlalu berpengaruh. Tapi kalau ada orang yang aku suka, aku pasti terganggu. Karena bukannya memperhatikan pendeta, aku akan memperhatikan gerak gerik orang yang aku suka. Tidak perduli bahwa hanya rambut nya saja yang terlihat dari belakang. 😀
  6. Adanya suara-suara aneh : contoh suara aneh yang aku maksud adalah suara kentut, suara orang menarik ingus, atau bahkan suara handphone esia yang bunyi nya luar biasa berisik pada saat ibadah sedang dalam keadaan sunyi. 😀
  7. Menyusui di dalam ruang ibadah :  Nah ini dia nih… Kalau memang ingin menyusui anak, alangkah indahnya jika seorang ibu memilih diluar untuk melakukannya. Karena baik pria maupun wanita, terkadang risih bila melihatnya walaupun itu tergolong aktivitas normal. 😉
  8. Mengobrol  : Mendengar orang lain mengobrol dengan suara berisik sambil cekakak cekikik dari awal sampai khotbah selesai itu menyebalkan! Daripada membuat orang lain kesal dan menjadi berdosa karena kita membuat keributan, lebih baik kita mengobrol diluar saja supaya tidak mengganggu yang lain.

Over all, ada baiknya kita benar benar menyediakan waktu bagi Tuhan untuk Dia menyampaikan Firman melalui hambaNya yang berkhotbah. Jesus has already give us 24 hours for a day, 7 days for a week, then 4 week for a month. Masa mendengar FirTu yang cuma 2 jam aja sometimes we couldnt sit nicely sih.. Yuk sama sama belajar menghargai persekutuan kita, sama sama belajar mendengar firman Tuhan dengan baik, agar yang disampaikanNya mampu kita jalani dikehidupan yang luar biasa ini. Gb us 🙂

Break Event Point

Sales mix is the proportion in which two or more products are sold. For the calculation of break-even point for sales mix, following assumptions are made in addition to those already made for CVP analysis:

  1. The proportion of sales mix must be predetermined.
  2. The sales mix must not change within the relevant time period.

The calculation method for the break-even point of sales mix is based on the contribution approach method. Since we have multiple products in sales mix therefore it is most likely that we will be dealing with products with different contribution margin per unit and contribution margin ratios. This problem is overcome by calculating weighted average contribution margin per unit and contribution margin ratio. These are then used to calculate the break-even point for sales mix.

The calculation procedure and the formulas are discussed via following example:

Example: Formulas and Calculation Procedure

Following information is related to sales mix of product A, B and C.

Product A B C
Sales Price per Unit $15 $21 $36
Variable Cost per Unit $9 $14 $19
Sales Mix Percentage 20% 20% 60%
Total Fixed Cost $40,000

Calculate the break-even point in units and in dollars.

Calculation

Step 1: Calculate the contribution margin per unit for each product:

Product A B C
Sales Price per Unit $15 $21 $36
− Variable Cost per Unit $9 $14 $19
Contribution Margin per Unit $6 $7 $17

Step 2: Calculate the weighted-average contribution margin per unit for the sales mix using the following formula:

Product A CM per Unit × Product A Sales Mix Percentage
+ Product B CM per Unit × Product B Sales Mix Percentage
+ Product C CM per Unit × Product C Sales Mix Percentage
= Weighted Average Unit Contribution Margin

Product A B C
Sales Price per Unit $15 $21 $36
− Variable Cost per Unit $9 $14 $19
Contribution Margin per Unit $6 $7 $17
× Sales Mix Percentage 20% 20% 60%
$1.2 $1.4 $10.2
Sum: Weighted Average CM per Unit $12.80

Step 3: Calculate total units of sales mix required to break-even using the formula:

Break-even Point in Units of Sales Mix = Total Fixed Cost ÷ Weighted Average CM per Unit

Total Fixed Cost $40,000
÷ Weighted Average CM per Unit $12.80
Break-even Point in Units of Sales Mix 3,125

Step 4: Calculate number units of product A, B and C at break-even point:

Product A B C
Sales Mix Ratio 20% 20% 60%
× Total Break-even Units 3,125 3,125 3,125
Product Units at Break-even Point 625 625 1,875

Step 5: Calculate Break-even Point in dollars as follows:

Product A B C
Product Units at Break-even Point 625 625 1,875
× Price per Unit $15 $21 $36
Product Sales in Dollars $9,375 $13,125 $67,500
Sum: Break-even Point in Dollars $90,000

Sumber : http://accountingexplained.com/managerial/cvp-analysis/break-even-point-sales-mix

New Zealand…

Aku lagi turut berbahagia nihhh..

Setelah sekian lama bekerja, akhirnyaaa bu Rina diajak juga sama  pak Boss jalan2 keluar negeri. And you know where.. The destination is to NEW ZEALAND.. Waktu pertama kali di beri tahu bahwa si boss ngajak ke new zealand, kata-kata yang keluar dari mulut bu Rina adalah “New Zealand dimana ya pak?”

Ahahahaa aku juga gatau New Zealand itu dimana kalau ga pakai bantuan dari opung google. Yuph! New Zealand berada di Australia sono’an dikit.

Lumayan indah deh view disana! (nyari di google jg)

Check the picture below! 😀

This slideshow requires JavaScript.

Kalau aku kapan ya diajak jalan2 keluar negeri sama boss???

hahahaha