Idealisme

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Idealisme  adalah “ilmu filsafat yg menganggap pikiran atau cita-cita sbg satu-satunya hal yg benar yg dapat dicamkan dan dipahami; 2 hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yg dianggap sempurna; 3 Sas aliran yg mementingkan khayal atau fantasi untuk menunjukkan keindahan dan kesempurnaan meskipun tidak sesuai dng kenyataan.”

Alasan mengapa saya mau menulis posting judul diatas adalah karena saya teringat akan pembicaraan antara saya dengan rekan kerja saya Rico Sujatna. Entah mengapa obrolan konyol kami berujung pada pembicaraan mengenai idealisme yang ada pada saat sekarang ini. Ketika mendengar kata idealisme saya pun terpikir oleh salah satu tokoh yang sempat membuat saya ingin sekali mengambil kuliah jurusan Ilmu Politik. Mungkin beberapa teman mengenal buku yang berjudul “Catatan Seorang Demonstran”? Ya benar sekali. SOE HOK GIE.

gie

Salah satu tokoh yang menurut saya sampai sekarang masih begitu melekat di ingatan para kaum intelektualis di jamannya. Saya memang hidup di generasi yang dapat dikatakan jauh diatas almarhum. Namun, ketika membaca salah satu buku yang berjudul “Memoar Biru Gie” karangan Agus Santosa, kembali lagi saya di ingatkan bahwa kaum kaum intelektualis yang bertengger di Universitas Universitas ternama tak ada lagi seperti tokoh yang luar biasa seperti GIE. Saya memang bukan seorang mahasiswa dengan berbagai pengetahuan luar biasa. Saya hanya seorang karyawan dengan jabatan administrator accounting di tempat saya bekerja. Tapi ketika membahas berbagai hal yang mengingatkan saya kembali akan tokoh yang bernama Gie, sungguh saya ingin sekali menjadi seperti dia.

Mempertahankan suatu prinsip ditengah banyak orang yang mulai meninggalkan prinsip yang dahulu dipegang bukanlah perkara mudah. Seperti apa yang dikatakan rekan saya Rico Sujatna, “kalo ngomongin idealisme sekarang jarang ada orang yang bisa pertahanin. Orang lain kemana, kebanyakan kita ngikuttt aja.” Begitulah paparan dengan aksen betawinya yang khas. Saya sangat setuju dengan rekan baru saya ini. Saya sendiri bukanlah orang yang dapat dikatakan idealis. Banyak hal yang saya pikir baik, tapi ketika orang lain mencela dan mengajak saya untuk meninggalkan apa yang saya yakini, saya dengan mudahnya mengikuti.

Tidak halnya dengan tokoh yang saya kagumi GIE. Dengan segala idealismenya beliau mempertahankan apa yang menjadi keyakinannya. Kegigihannya dalam memperjuangkan rakyat, patut dikagumi. Kekuasaaan yang membelenggu Indonesia dibawah pemerintahan Soekarno membuat gerah sosok yang menjadi dosen dibawah almamaternya Universitas Indonesia . Rezim Soekarno tumbang dan digantikan oleh sosok baru yakni Soeharto.

Kembali lagi kepada bahasan idealisme, sungguh alangkah baiknya apabila Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta ini memiliki idealisme tinggi dengan mempertahankan prinsip sesuai dengan butir butir Pancasila yang kita emban. Disamping hal tersebut idealisme akan nilai budaya seharusnya mengalir di sanubari setiap anak bangsa. Tak dapat dipungkiri ataupun dibantah, nilai nilai luhur tersebut telah terkontaminasi dengan datangnya kebudayaan asing yang sekali lagi sangat disayangkan membuat point point kebaikan atas budaya Indonesia semakin memudar. Fakta bahwa 51 % dari remaja di Jakarta dan sekitarnya tidak lagi perawan telah menunjukan betapa mulai melemahnya nilai nilai budaya yang dahulu terjaga rapi. Miris memang, terlebih saya mendengar salah seorang sahabat saya termasuk didalam jumlah persen tersebut.

Yuuk! Teman teman, mungkin kita tidak seperti Gie, yang mampu menggoyangkan rezim kekuasaan Soekarno oleh karena idealisme yang melekat pada dirinya,  dan itu pun bukan hal yang mudah.  Satu hal yang ingin saya sampaikan adalah, Mari kita generasi muda memiliki sikap idealisme seperti Gie. Kalau memang bukan untuk mempertahankan ideologi mengenai pemerintahan, setidaknya kita mempertahankan nilai budaya yang selama ini diajarkan oleh orangtua kita, sehingga idealisme atas berbagai adat istiadat yang selama ini kita miliki tidak luntur dengan hadirnya berbagai budaya asing yang menawarkan banyak hal negatif meskipun disamping itu masih banyak hal positif. Yuuk mulai sekarang Say No to Drugs meskipun orang lain bilang enak. Say no to Smoking meskipun kata orang itu gaul. Say no to Free Sex meskipun banyak teman yang berkata kita perawan = ketinggalan jaman. Dan Say no ke hal2 negatif yang hanya berujung pada penyesalan nantinya.

oke deh friend, cukup sekian postingan saya kali ini. Mau pulang ke kostan dulu..

see in the next post.. BYE😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s