Antara Tuhan, orangtua, dan saya :)

Ada sedikit pergumulan yang saya alami dalam menentukan jurusan apa yang akan saya ambil kelak ketika saya kuliah. Orangtua saya sangat menginginkan saya untuk mengambil Ekonomi Akuntansi untuk melanjutkan apa yang telah saya pelajari selama ini. Well, jawaban saya cukup diplomatis dengan mengatakan bahwa : “aku mau punya keahlian lain ma, pak! Kalo aku mengambil Akuntansi lagi, sama aja aku mengulang materi yang ada di SMK. Sedangkan apa yg dipelajari di SMK adalah D3 ketika aku kuliah nanti. Aku mau ambil bahasa Inggris. Biarin aku bertanggungjawab atas pilihanku.”

Yaaah.. Saat itu saya mengedepankan emosi  saya yang mungkin menyebalkan hati orangtua saya. Saya menutup telinga mendengar respon dari Bapak . Berbagai nasihat yang di wejangkan beliau terhadap saya, saya anggap hanya angin lalu. Saya ingin menjadi guru bahasa Inggris. Saya ingin menjadi orang yang memiliki keahlian berbeda di waktu yang sama. Saya ingin menjadi Guru sekaligus karyawan yang dapat menumpuk uang dan membelikan berbagai hal yang saya ingini selama ini.  Toh yang menjalani segala sesuatu itu saya. Saya yang akan belajar. Saya yang akan menjalani semua proses itu.

Sampai akhirnya saya sampai disatu titik dimana saya dipertemukan oleh kalimat yang mengatakan “Hormatilah Ayah Ibumu, supaya lanjut usiamu ditanah yang diberikan Tuhan Allahmu kepadamu” dan satu kalimat lagi yang selalu membayangi saya,”Hai anak anak, taatilah orangtuamu didalam Tuhan, karena haruslah demikian” Saya tahu, kedua kalimat tersebut berasal dari Alkitab. Namun saya sendiri pun tak tahu dimana sepenggal ayat itu berada. Ayat ini seperti menampar saya dengan lembut dan menyadarkan hati saya yang mulai mengeras yg bersikeras menentang keinginan orangtua. Tuhan menginginkan saya untuk menuruti apa kata orangtua saya. Saya menyerah pada kehendak Tuhan. Kalau IA menginginkan saya untuk menghormati orangtua, saya mau jawab “YA”

Kalau sampai akhirnya saya memilih jurusan Ekonomi *walau bukan Ekonomi Akuntansi* saya akan menjawab itu bukan keinginan orangtua saya. Itu adalah pilihan saya, karena Tuhan menginginkan saya mentaati orangtua saya… Saya percaya satu hal, ketika saya menuruti apa kata Tuhan Yesus, kelak saya akan menerima janjiNYA🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s