Kayu jati, 30 Mei 2012

Udah 10 hari lebih ya aku ga update blog. Malam ini badan terasa pegal sekali. Ingin di pijit pijit rasanya. Apalagi kalau dipijit luo. Beuh.. pasti badan ku langsung  berasa tambah sakit. Haha😀

Yes, aku mau cerita sesuatu. Hari sabtu lalu, di GOR bekasi ada lomba futsal naposo antar gereja. Biaya yang dikeluarkan untuk perlombaan yang ternyata menelan kekalahan itu, kalau kuhitung2 mencapai 1jt lebih lho. Hmm.. sayang sekali naposo gereja ku kalah, padahal aku sudah berteriak teriak sedemikian rupa untuk mendukung dah mereka dalam lomba futsal tersebut. Yang jadi kipper ade nya luo, kalau ku lihat, dia sudah cukup baik lho menjaga gawang supaya ga kebobolan, cuma memang lawannya itu tangguh, dan ga ada pemain yang berusaha menghalangi bola supaya ga dekat2 gawang. hihi

Ok, next, sepulangnya dari GOR Bekasi, aku mengirimi luo sms dan bertanya “ada waktu atau lagi ada acara?”actually kalau aku berbicara langsung di depannya, kata kata ini semestinya bernada sinis dan menyindir, tapi sepertinya dia sama sekali tidak merasa tersindir, dan justru menanyakan jam berapa kami mau jalan. Suprise juga sih. Dia kan biasanya malam mingguan sama mamanya. *cemburu* mhihi

Selagi aku menunggu luo, aku di ajak sharing dengan seorang sopir yang biasa nongkrong di warung bapak ku, panggilannya pak Ce, kalau aku sih sering memanggilnya dengan sebutan tulang, semua orang yang nongkrong di warung bapak, selalu kupanggil tulang, tak jarang aku kena omelan karena tidak mengerti partuturan orang batak. haha

Nah, dia sharing tentang bagaimana seharusnya aku selalu memikirkan orangtua ku yang sudah mulai tua. Beliau bertanya bagaimana dengan program ku ke depan, dan rencana ku untuk menikah dengan pasanganku. Jlebbb.. aku sama sekali tidak berfiikiran sampai kesana. Dan Luo?? apa jadinya kalau tiba tiba aku mengajak menikah. Bisa bisa di tertawai habis habisan -__-” Tapi kupikir memang ada benarnya juga, aku ingin kedua orangtua ku melihatku menikah, dan memiliki anak2 yang cantik dan tampan2. Haha sepertinya terlalu berlebihan..

Sampai akhirnya luo datang, Pak Ce, menyuruhnya untuk mampir duduk sebentar. Dan luo malah memarkir motornya. Dengan tampang memelas kumohon pak ce untuk mengizinkan aku pergi dengannya. Akhirnya pak Ce cukup pengertian. Hihi

Aku pikir kami hanya akan ngejahe bareng. Malam itu aku benar benar ingin memutuskannya. Tapi sepanjang perjalanan, sikapnya manis sekali. Cape deh, mau memulai pembicaraan yang mengarah kepada putusnya hubungan kami pun sepertinya sulit. Tapi aneh sekali, perasaan yang muncul dihatiku datar. Bahkan ketika aku memeluknya seperti biasa, ada rasa yang hilang. Aku tak merasa ingin terus memeluknya seperti dulu. Apakah mungkin karena terlalu sering di kecewakan aku jadi seperti ini? Jadi merasa asing dengan kekasih ku sendiri? Entahlahh…

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s