Sepeda, PHK, dan Kangen

Kayanya postingan kali ini akan membahas hal yang tidak ada hubungannya satu dan yang lain. Now, i really wanna have a bicycle..!! Jadi di kantor, beberapa teman berniat membeli laptop. Tadinya aku juga mau beli laptop karena laptop di kostan udah sangat parah lemotnya. Tapi kemudian aku berfikir untuk membeli sepeda. Karena walaupun laptopku lemot minta ampun, setidaknya masih bisa di pergunakan. Kenapa aku memilih sepedaa??? You know what? Aku hanya memiliki 2 pilihan untuk bisa ke kantor. Naik ojek atau jalan kaki. Kedua nya ga enak, ojek kemahalan ( Rp 7000/sekali naik ) sedangkan jalan kaki membutuhkan tenaga ekstra yang membuat tubuh ku ini bertambah kurus akibat kehilangan kalori dan lemak ( sedikit lebai sepertinya :p ). Seperti biasa, rencananya aku mau berhutang ke koprasi kantor dengan cicilan 100rb/bln. Budget ku 700rb untuk pembelian sepeda. Dapat rekomendasi dari pak daniel dengan merk poligon, and the price is…. di atas sejuta semua >.< agak turun lagi ke merk united dan harganya masih diatas sejuta.
Okay, lebih baik cari yang lain.. Aku masih mau search2, atau kalau mentok mungkin membeli bicycle yang second hand.

Dan hari ini berita yang menggemparkan kantor adalah, mas Miko di pecat. This is making all of the people at my office gonna be shock.. Bayangin aja, boss belum juga kasih SP ke dua ke Miko, tanpa basa basi langsung bilang ke pak Daniel untuk menyampaikan berita ke orangtua miko bahwa dia ga usah masuk masuk ke kantor lagi. Awal ceritanya saat Miko izin untuk tidak masuk seminggu karena sakit. Dia memberitahu kantor via telepon dan yang mengangkat adalah Mang Soleh ( OB kantor ). Mang Soleh sih udah advice ke dia untuk langsung telvon ke Boss kalau memang mau tidak masuk selama seminggu. Tapi dia tidak melakukan hal itu. Bahkan di sms dan di telvon oleh pak Daniel dan Bu Rina pun tidak di balas. Sebelumnya Miko sudah memiliki beberapa masalah di kantor yang membuat reputasinya kurang baik di mata teman teman kantor dan boss. Dan masalah kali ini membuat Big Boss gerah. Akhirnya beliau, memutuskan hubungan kerja secara sepihak. Aku tidak mau turut menambah omongan yang sudah ada. Kupikir lebih baik diam sambil sesekali mengangguk setuju ketika teman teman kantor mengeluarkan opini nya berkenaan dengan hal ini. Semoga Miko mendapat pekerjaan yang lebih baik dan berkarya lebih baik juga di tempat yang baru.

Okaay,,,, dan hari ini aku kangen bang Tama. Pengen banget menghubunginya, tapi bayangan wajah bang Tama dan Wajah Pheng Shu Ling ( nama pacarnya bang Tama ) membuatku mengurungkan niat😦
Aku kangen aku kangen aku kangen… aku kangen banget bang Tama😦
Tapi aku ini siapa? Membayangkan wajahku saja, bang Tama mungkin mau muntah >.<
Sebaiknya aku berdoa buat mereka. Semoga mereka menjadi pasangan yang awet dan diberkati Tuhan. Bagaimana dengan nasibku?? hahaa, just waiting for someone who wanna be my hero, sent by God🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s