My mom is My hero

Ibuku adalah wanita yang cantik nan tangguh. Ia berambut pendek lurus dan memiliki kulit yang putih. Aku akan selalu bercerita kepada orang – orang disekitar ku, baik itu di kampus, di kantor, dan dimanapun aku berada bahwa ibuku adalah ibu yang cantik. Aku selalu bangga menceritakan kecerewatannya. Usia nya saat ini menuju 51 tahun di 5 September 2013 nanti. Aku hendak mengajaknya liburan ke Bali selama 4 hari 3 malam. Dan beliau luar biasa bahagia mendengar akan ke Bali September nanti.  Tapi bukan itu yang ingin aku ceritakan. hehe.. Berbicara mengenai kesuksesan, aku menilai ibu ku adalah ibu yang hebat! Ia mendidikku dengan keras sekaligus juga lembut. Ia mengajarkan kepadaku, betapa pun sulitnya dirimu, anak adalah yang terpenting. Waktu aku bersekolah di SDN 05 petang, tidak pernah sekalipun ibu mengantarkan ku ke sekolah. Bahkan dia tidak pernah mengenal teman-temanku.

Aku mengerti, pekerjaan nya sebagai SPG tentu membuatnya sibuk. Dari pagi hingga malam ia terus bekerja untuk memastikan pendidikan anak-anaknya tetap berjalan dengan baik. Hidup di tengah keluarga yang memiliki ekonomi rendah membuat ku tumbuh menjadi anak yang prihatin. Di tahun 1998, ketika aku pertama kali duduk dibangku sekolah dasar, ibu ku memberiku jajan sebesar 300rupiah. 200 untuk ongkos naik angkot dan sisanya untuk ku jajan. AKu masih ingat, aku dapat membeli permen sebanyak 6 bungkus dengan uang itu. Ibu ku selalu membekali ku dengan makanan, dan menyuruhku untuk membawa minum ke sekolah. Dulu aku selalu tidak sengaja meninggalkan tempat minumku di angkot yang menyulut kemarahan ibu. Tapi setelah membuat ku menangis, tak jarang ibu kembali memelukku. Ia memang ibu yang hebat.

Aku dan saudara saudara ku dilatih untuk menjadi anak-anak yang mandiri. Kami memiliki berbagai pekerjaan yang sudah disusun sedemikian rupa. Kami semua bisa memasak, bisa mengepel, mencuci piring, atau bahkan mencuci baju. Di hari Minggu pada saat ibu libur, ia membiarkan kami bangun siang dan bermalas malasan. Sebisa mungkin ia memenuhi kebutuhan kami dan mengerjakan semua pekerjaan yang biasa kami lakukan.

Sampai saat ini, bahkan aku dibiarkannya terbangun disiang hari ketika aku kembali pulang ke bekasi (aku menyewa kamar di daerah rawamangun agar dekat dengan kampus serta kantor dan pulang ke bekasi seminggu sekali ).

Aku ingat suatu kali aku menangis karena balonku pecah, ia dengan tenang menggendongku dan membuatku berhenti menangis. Aku memang haus kasih sayang ketika kakak ku sakit dan semua perhatian tertumpah untuk nya seorang. Aku merasa kehilangan sosok ibu dan bapak sekaligus ketika mereka terus menerus memperhatikan saudaraku yang sakit parah dan melupakan aku.

Suatu Sore,  pulang dari sekolah, aku duduk termenung dengan seragam pramuka yang masih melekat di tubuhku. Ibu menghampiriku dan berusaha menjelaskan keadaan kami. Ia mengusap mataku dan mengatakan semuanya akan baik baik saja mengingat saudara ku yang masih terbaring dirumah sakit.

Ibu sangat sedih ketika ada anaknya yang sakit. Dengan sabar ia menjagai kakakku, hingga akhirnya saudaraku itu kembali pulih dan bisa beraktivitas dengan bebas sampai sekarang. Ketika aku sakit demam, ibu ku menyuapiku dengan makanan yang enak-enak. Walaupun aku tahu, ia tidak punya uang, namun ia berusaha membeli makanan yang membuat nafsu makan anaknya bertambah agar cepat pulih kembali. Ia juga menempelkan wajahnya ke wajahku agar demamku pindah kepadanya, katanya.

Aku akui, ibu ku adalah ibu yang cerewet. Bahkan aku suka dibuatnya pusing ketika mendengar serentatan kata kata yang keluar dari mulutnya. Sekali lagi ibu ku adalah wanita yang hebat. Kau tahu??? Aku berfikir, bahwa mungkin ibuku akan menjadi seorang manager keuangan yang hebat atau chief of accounting apabila beliau bersekolah sampai jenjang perguruan tinggi.

Cara dia memanage keuangan begitu keren. Dia mencatat setiap detail pengeluaran yang telah dilakukan, tanpa ada satu pun yang terlewat. Kau bisa melihat betapa cantiknya dia ketika ia sedang berfikir. Ah! AKu benar benar menyayanginya🙂

Saat ini ia bekerja dipasar Jatinegara sebagai beauty advisor. Di umurnya yang sudah setengah baya, beliau masih mau bekerja. Bahkan ketika pulang dari pasar, dia masih mau membantu bapak yang memiliki warung kopi dirumah. I do proud of my mom..

Aku hanya mampu berdoa, semoga Tuhan selalu menjaganya, memberinya kesehatan, memberikan hikmat, dan  satu hari nanti aku mampu membahagiakannya, membuatnya tersenyum dan bangga akan keberhasilanku🙂

momma

From the left. Josep, Me, Mom, Nova, Nando

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s